PEKANBARU – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau menghadiri rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna mematangkan persiapan Operasi Ketupat 2026. Langkah ini bertujuan untuk mensinkronkan pengamanan di titik-titik vital, terutama pada lembaga pemasyarakatan dan pintu imigrasi menjelang Idul Fitri. Selain itu, pihak wilayah akan memperketat pengawasan terhadap lalu lintas orang asing serta warga binaan selama periode libur panjang. Tim pengamanan fokus pada pencegahan gangguan ketertiban agar perayaan hari raya berjalan dengan kondusif di seluruh Provinsi Riau.
Pihak Kemenkumham menilai bahwa koordinasi bersama kepolisian dan instansi terkait merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah. Oleh karena itu, setiap personel di Unit Pelaksana Teknis (UPT) harus meningkatkan kewaspadaan melalui jadwal piket tambahan secara bergantian. Hal ini sangat penting guna memberikan rasa aman bagi keluarga warga binaan yang akan melakukan kunjungan tatap muka terbatas. Kehadiran jajaran pimpinan dalam rapat ini membawa komitmen kuat bagi kelancaran arus mudik di wilayah Riau sendiri.
Pengetatan Pengawasan di Lapas dan Pintu Imigrasi
Pimpinan Kemenkumham Riau menekankan bahwa deteksi dini terhadap potensi kerawanan di dalam Lapas harus tetap menjadi prioritas utama. Sebab, lonjakan jumlah pengunjung selama lebaran sering kali menuntut kesiapan fisik dan mental yang ekstra dari para petugas penjagaan. Kondisi ini tentu menuntut adanya pemeriksaan barang bawaan secara teliti guna mencegah masuknya benda-benda terlarang ke dalam hunian. Terutama, layanan keimigrasian di bandara internasional tetap akan beroperasi secara maksimal guna melayani lonjakan penumpang luar negeri.
Pihak wilayah juga berkomitmen untuk terus memantau kesehatan para warga binaan melalui penyediaan tenaga medis yang siaga selama 24 jam. Selanjutnya, sistem pelaporan digital akan mengirimkan data situasi keamanan secara real-time dari setiap UPT ke pusat komando wilayah. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat tertangani dengan sangat cepat dan tepat oleh tim satgas khusus.
Baca juga:Riau Siapkan Bus Gratis Mahasiswa 2026
Pihak internal kementerian akan terus melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur pengamanan selama masa cuti bersama berlangsung. Oleh sebab itu, seluruh pegawai dilarang meninggalkan pos tugas tanpa izin resmi demi menjamin integritas pelayanan publik di hari raya. Sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum menjadi modal utama dalam mewujudkan mudik yang ceria dan penuh makna. Maka dari itu, semangat pengabdian harus tetap membara di hati setiap insan pengayoman demi kepentingan masyarakat luas.
Sebagai penutup, kehadiran Kemenkumham Riau dalam Rakor Ketupat 2026 ini merupakan bentuk nyata kesiapan negara dalam melindungi warga negara. Setelah itu, tim pengawas akan melakukan sidak mendadak ke sejumlah titik rawan guna memastikan kesiapan personel di lapangan. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat momen Idul Fitri di Bumi Lancang Kuning berlangsung dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Hal ini akan menjadi catatan penting dalam upaya penegakan hukum dan HAM di wilayah Sumatra.





